Four Cara Penanganan Jika Seseorang Di Rumah Terkena Virus Corona Covid

Four Cara Penanganan Jika Seseorang Di Rumah Terkena Virus Corona Covid

Orang yang memiliki gejala demam dan batuk disertai dengan riwayat kontak erat atau pernah berada kurang dari dua meter dengan pasien yang sudah positif Covid-19. Dalam menghadapi pandemi COVID-19, upaya mitigasi awal berawal dari deteksi dini orang-orang yang terinfeksi virus corona. Karena mencuci tangan dengan sabun dan air atau antiseptik berbahan dasar alkohol akan menghilangkan virus yang terdapat di tanganmu.

Ingat, jangan sampai menyebarkan virus pada anggota keluarga yang lain. Pastikan semua orang di rumah sering mencuci tangan pakai sabun minimal selama 20 detik dan saat batuk atau bersin menutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutup. Namun, jika Anda tinggal di daerah di mana terdapat kasus malaria atau demam berdarah, maka penting untuk tidak mengabaikan gejala demam. Saat Anda pergi ke fasilitas kesehatan, kenakan masker jika memungkinkan, jaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, dan jangan menyentuh permukaan dengan tangan Anda. Jika yang sakit adalah anak, bantu anak untuk mematuhi nasihat ini.

Hal itu sangat diperlukan, khususnya bagi seseorang yang memiliki kondisi medis kronis dan hidup sendiri. Sebaiknya, hindari bangunan berventilasi buruk karena dapat meningkatkan risiko virus. Setelah digunakan, lepas masker dengan tangan bersih, lepaskan tali elastis dari belakang telinga sambil menjauhkan masker dari wajah dan pakaian Anda, untuk menghindari menyentuh permukaan masker yang mungkin terkontaminasi.

Jika melihat seseorang terkena batuk/bersin/deman, batasi jarak 1 m sampai 2 m. yang memberikan informasi lebih detil mengenai realisasi pelaksanaan APBN hingga akhir bulan Maret 2020. Publikasi ini memberikan paparan informasi terkini mengenai kinerja, fakta, dan knowledge APBN serta hasil-hasil konkret APBN dari waktu ke waktu termasuk dampaknya terhadap perekonomian. Menkeu juga menambahkan dari sisi sosial masyarakat Kementerian Keuangan mencoba melancarkan stimulus/kebijakan-kebijakan untuk bisa mengurangi dampak shock Covid-19 yang sangat besar ini.

Hindari kontak fisik seperti berjabatan tangan dan menghindari menyentuh wajah atau menggosok mata. Mengembangkan proses pengawasan penyakit karyawan, khususnya yang teridentifikasi kuat terjangkit Covid-10 agar melakukan pemeriksaan dan merujuk ke RS yang telah ditetapkan Kemenkes. Segera hubungi fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit memburuk untuk dirawat lebih lanjut. Selama menjalani masa isolasi 14 hari, ia menjalani aktivitas seperti biasanya.

Langkah tepat jika terkena Covid

Maka, orang dengan hasil speedy check positif akan dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan swab tenggorokan atau hidung. Pemeriksaan ini dinilai lebih akurat, sebab virus corona akan menempel di bagian dalam hidung atau tenggorokan saat masuk ke tubuh. Sementara itu bagi mereka yang tidak bisa melakukan karantina mandiri, bergejala sedang atau berat seperti mengalami sesak napas atau memiliki penyakit penyerta seperti jantung, diabetes, autoimun, kanker dan sebagainya. Bola.internet – Dalam menghadapi pandemi virus Corona (Covid-19), menjaga kebersihan, terutama kebersihan tangan adalah hal yang krusial, mengingat 98% penyebaran penyakit ini bersumber dari tangan.

Meski begitu, tidak ada jaminan orang yang telah melakukan aktivitas di rumah tidak akan tertular virus corona covid-19. Pasalnya, meski tinggal di rumah untuk membatasi kontak dengan orang lain adalah hal yang mudah, namun sebenarnya tidak benar-benar terbatas kecuali jika tinggal sendiri. Jika salah satu tetangga Anda berstatus ODP, PDP, atau positif terkena COVID-19 namun harus isolasi diri karena penuhnya fasilitas kesehatan, jangan kucilkan mereka. Dalam situasi ini, tekanan psychological dapat menurunkan imunitas mereka dan memperparah penyakitnya. “Kalau misalnya demam, maka minum obat penurun panas. Begitu juga yang batuk cukup diberi obat batuk. Namun, bila sudah mengalami gangguan pernapasan atau sesak napas, maka harus langsung dirawat di rumah sakit,” kata Yurianto. Jumlah kasus orang positif Covid-19 tanpa gejala diperkirakan mencapai 60 persen dari kasus positif yang ada.

Comments are closed.